Rabu, 25 Mei 2011

kebijakan pemerintah dalam perekonomian Indonesia

Pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia.
Yang pertama adalah kebijakan fiskal. kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan fiskal mempunyai berbagai bentuk. Salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. Banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. Sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. Meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.
Kebijakan fiskal juga dapat berupa kostumisasi APBN oleh pemerintah. Misalnya dengan deficit financing. Deficit financing adalah anggaran dengan menetapkan pengeluaran > penerimaan. Deficit financing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dahulu pemerintahan Bung Karno pernah menerapkannya dengan cara memperbanyak utang dengan meminjam dari Bank Indonesia. Yang terjadi kemudian adalah inflasi besar-besaran (hyper inflation) karena uang yang beredar di masyarakat sangat banyak. Untuk menutup anggaran yang defisit dipinjamlah uang dari rakyat. Sayangnya, rakyat tidak mempunyai cukup uang untuk memberi pinjaman pada pemerintah. akhirnya, pemerintah terpaksa meminjam uang dari luar negeri.
Kebijakan yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah kebijakan dengan sasaran mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. Selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. BI rate adalah instrumen dari pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya Surat Berharga Indonesia. Biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnya BI Rate. Maka dari itu, saat BI Rate diturunkan, suku bunga kredit juga turun, sehingga biaya investasi ikut turun. Dari sini, diharapkan investasi meningkat.
Kebijakan moneter juga mengatur tentang giro wajib minimum, yaitu jumlah simpanan bank umum di Bank Indonesia yang merupakan sebagian dari titipan pihak ketiga. Saat ini giro wajib minimum sebesar 8 % dari titipan pihak ketiga.
Kebijakan moneter juga berpengaruh dalam perdagangan internasional dengan mengendalikan tarif ekspor impor. jika tarif impor naik, dorongan untuk impor berkurang. Jika tarif impor turun, dorongan untuk ipmpor bertambah dan harga barang-barang impor menjadi lebih murah.
Satu lagi kebijakan yang dimiliki pemerintah Indonesia adalah kebijakan sektoral. Kebijakan ini menitik beratkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. Misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. Subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah, dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai. Contoh lainnya adalah kebijakan di sektor industri. Di sektor ini pemerintah membuat kebijakan kawasan ekonomi khusus. Kawasan ekonomi khusus adalah kawasan yang khusus digunakan untuk pendirian industri. Misalnya, kawasan industri Cilacap, kawasan ini mempunyai hak khusus, misalnya di Batam impor bahan mentah tidak terkena pajak, sehingga hal ini akan mendorong produksi di sana.
Tetapi, dengan kebijakan-kebijakan diatas Indonesia belum mampu bersaing dengan negara-negara yang sedang berkembang lainnya. Hasil laporan Doing Business Bank Dunia, Indonesia
berada pada urutan 129, turun dua peringkat. Dibandingkan sesama negara Asean, Indonesia kalah
jauh dengan Singapura, yang berada di posisi teratas, Thailand (13), Malaysia (20), Brunei (88) atau Vietnam (92). Bahkan, berdasarkan kajian itu, menjadi entrepreneur di Papua New Guinea atau Mongolia, tampaknya jauh lebih mudah dibandingkan dengan di tanah air. Bayangkan saja, untuk memulai usaha secara legal di Indonesia, dibutuhkan setidaknya 11 prosedur, dengan waktu pengurusan mencapai 76 hari. Padahal di Thailand, untuk proses yang sama, hanya perlu 8 prosedur dengan waktu pengurusan 33 hari. Di Mongolia, hanya butuh 7 prosedur dan selesai dalam 13 hari kerja. Riset menunjukkan, biaya untuk memulai sebuah usaha di Indonesia mencapai 77,9% dari pendapatan per kapita. Padahal, di Mongolia hanya perlu biaya 4%, Thailand 4,9%, bahkan di Timor Leste hanya 6,6%. Artinya, biaya untuk menjadi wirausaha di Dili lebih murah, dibandingkan dengan
di Yogyakarta. Persoalan ketenagakerjaan di Indonesia juga dianggap mahal karena biaya yang harus disiapkan untuk memberhentikan tenaga kerja mencapai 108 kali upah mingguan pekerja, paling tinggi di kawasan Asia Pasifik.

Sumber : http://penxpower.wordpress.com/2009/02/20/berbagai-kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/

Kamis, 21 April 2011

Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

Pendapatan nasional dalam perekonomian suatu negara sering digunakan untuk menentukan laju tingkat perkembangan suatu negara, mengukur keberhasilan suatu negara dalam pertumbuhan ekonomi, serta membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lain.
Namun tidak semua para ahli setuju jika hanya pendapatan nasional yang dijadikan pengukur tingkat kesejahteraan suatu negara.  Masih ada faktor-faktor lain selain pendapatan nasional, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, penduduk, kesehatan, keamanan, dan yang lainnya.
Kemiskinan adalah masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia karena kemiskinan dialami oleh semua negara di dunia dan penyebaran kemiskinan tidak merata.
Miskin adalah kondisi kehidupan seseorang yang serba kekurangan. Beberapa definisi kemiskinan diantaranya :
1.       Kemiskinan berdasarkan tingkat pendapatan
-       Kemiskinan absolut
Keadaan dimana tingkat pendapatan seseorang dibawah garis kebutuhan minimum atau tidak mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan perumahan.
-       Kemiskinan relatif
Keadaan dimana tingkat pendapatan seseorang diatas garis kemiskinan tetapi belum dapat menyamai tingkat pendapatan kelompok masyarakat lainnya. Sehingga jika perekonomian Indonesia memburuk maka kelompok ini akan masuk kedalam kelompok absolut.
2.       Kemiskinan berdasarkan penyebab
-       Kemiskinan natural
Kemiskinan yang disebabkan oleh faktor alamiah seperti perbedaan usia, kesehatan, dan perbedaan geografis tempat tinggal masing-masing penduduk.
-       Kemiskinan kultural
Kemiskinan yang disebabkan oleh perbedaan adat istiadat, etika kerja, dan yang lainnya. Kemiskinan ini mengacu pada gaya hidup masyarakat dan kebudayaannya.
Untuk menanggulangi kemiskinan perlu adanya strategi maupun upaya seperti penciptaan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas, dan perlindungan sosial. Kemudian diadakan peningkatan pendapatan dan pengurangan pengeluaran sehingga akan berdampak pada pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PDB adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara/daerah pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional/daerah.mau tau apa saja daerah tersebut ???
contoh provinsi terkaya :

1.Kota Bontang,Kalimantan Timur

Peringkat pertama diisi oleh daerah yang berasal dari kalimantan,tepatnya di kalimantan timur.kota bontang terletak di tepi laut,kota ini hanya memiliki 3 kecamatan dan memiliki penduduk kurang lebih hanya 140ribu jiwa saja.namun PDB/kapita yang dihasilkan bontang tertinggi di indonesia dengan membukukan nilai Rp.368,05 juta rupiah setiap tahun nya.itu berarti setiap tahun nya setiap tahun nya setiap warga bontang bisa mengganti mobil baru.
kekayaan bontang mungkin dikarenakan terdapat perusahaan besar di antaranya:
-Badak NGL,Perusahaan Tambang Gas Alam LNG
-Pupuk Kaltim,Perusahaan Produsen Pupuk dan Amoniak
-Indominco Mandiri,Perusahaan Tambang Batubara
selain itu pertamina juga memiliki kilang minyak di bontang. 
 
2.Kabupaten Mimika,Papua

Kabupaten Mimika menduduki posisi ke 2 dalam daftar daerah terkaya di indonesia.kabupaten yang beribukota di timika ini membukukan PDB Rp.295juta /kapitanya.di mimika terdapat sebuah perusahaan tambang terbesar di indonesia,yaitu freeport.bisa dibilang mimika merupakan kabupaten yang kaya di papua,tapi ini berbeda 180 derajat dengan kondisi yang ada,dimana provinsi papua barat dan provinsi papua masih menjadi "kuda hitam" dalam daftar provinsi termiskin di indonesia.



3.Jakarta Pusat,DKI Jakarta

Jakarta Pusat berada di posisi ke 3 dengan membukukan PDB Rp.224,41juta /Kapita.sebagai kota tempat ibukota negara dan pusat pemerintahan jakarta pusat diuntungkan sektor bisnis dan jasa yang berkembang pesat di kota ini.


4.Kota Kediri,Jawa Timur

Kota Kediri masuk dalam jajaran Top 6 daerah terkaya di indonesia pada urutan 4.pendapat PDB nya yaitu Rp.202,33 Juta/Kapitanya.Kota Kediri terletak di provinsi jawa timur.kediri sejak lama dikenal dengan kota penghasil rokok,puluhan pabrik dan industri roko tersebar di penjuru kediri termasuk di wilayah kabupatennya,namun yang paling besar dan yang paling besar yaitu Pabrik Rokok Gudang Garam Tbk yang terletak di kota kediri.


5.Kabupaten Siak,Riau

Di urutan ke 5 ada Kabupaten Siak di Provinsi Riau,kabupaten ini memiliki PDB Rp.156,35 juta /kapitanya.kabupaten yang terletak di tepian selat malaka ini letaknya sangat dekat dengan singapura dan malaysia.sektor ekonomi yang berkembang di kabupaten siak yaitu perdagangan dan jasa serta pertambangan.


6.Kabupaten Sumbawa Barat,Nusa Tenggara Barat

Di posisi terakhir ada Kabupaten Sumbawa Barat,di Provinsi NTB.daerah ini memiliki PDB sebesar Rp.128 juta /kapitanya.di kabupaten ini terdapat salah satu perusahaan tambang terbesar di indonesia,yaitu PT.Newmont Nusa Tenggara(NNT).

contoh provinsi termiskin :

1.Provinsi Papua Barat

Provinsi Papua Barat masuk dalam peringkat pertama sebagai provinsi termiskin di indonesia,provinsi yang baru berdiri ini memiliki angka kemiskinan sekitar 36,80% dari total jumlah penduduk sekitar 770ribu jiwa.provinsi ini termasuk salah satu provinsi yang diberikan status istimewa oleh pemerintah berupa ada nya Majelis Rakyat Papua(MRP) yang berdampingan dengan DPRD di provinsi papua.potensi yang ada di papua barat antara lain dari pariwisata,tambang minyak dan gas,serta perkebunan.sektor pariwisata yang terkenal antara lain Kepuluaan Raja Ampat yang begitu eksotis,sedangkan dari tambang di papua barat terdapat tambang minyak dan LNG,sementara itu dari perkebunan juga di dominasi dengan perkebunan karet dan kelapa sawit.


2.Provinsi Papua

Di peringkat nomor 2 ada provinsi papua,provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini ini memiliki tingkat kemiskinan sekitar 35% dari total 2,8 juta penduduk nya.provinsi yang merupakan paling timur indonesia ini termasuk salah satu provinsi yang memiliki wilayah dati III terbanyak,yaitu total 29 wilayah.terdiri dari 2 kota dan 27 kabupaten.provinsi yang beribukota di jayapura ini sangat kaya sekali akan sumber alam nya,bila anda bertanya di mana freeport berada jawaban nya ya di provinsi papua ini.tepatnya di kabupaten mimika.perlu diketahui,freeport merupakan tambang emas terbesar di dunia dan PT.Freeport Indonesia merupakan penyetor pajak terbesar di indonesia dengan pajak yang disetorkan sekitar 1 Miliar USD per tahun nya,buset........!!! ironis justru di papua lah provinsi termiskin di indonesia berada.


3.Provinsi Maluku

Di urutan ke 3 ada provinsi maluku,provinsi yang beribukota di ambon ini memiliki tingkat kemiskinan dengan persentase 27,70% dari total penduduk sekitar 1,5 juta.provinsi yang pernah terkena konflik akibat gerakan separatis RMS (Republik Maluku Selatan) ini mengandalkan sektor pariwisata dan pertanian yang diandalkan sebagai sumber pendapatan.sebagai contoh sudah sejak zaman dahulu kala maluku begitu terkenal dengan rempah-rempah nya,bahkan pertama kali penjajah yang datang ke indonesia yaitu portugis mendarat pertama kali di maluku sejak tahun 1500an.


4.Provinsi Sulawesi Barat

Di urutan ke empat ada Provinsi Sulawesi Barat.provinsi ayng tergolong baru ini hasil pemekaran dari provinsi sulsel dan dinyatkan berdiri pada tahun 2004 yang beribukota di mamuju.provinsi ini memiliki tingkat kemiskinan dengan persentase sekitar 23% dari total 1,158 Juta penduduknya.sektor perekonomian yang begitu diandalkan dari provinsi ini adalah di sektor pertanian dan perkebunan,produk yang dihasilkan antara lain Cengkeh,Rempah-rempah,Kopi dan Kakao.namun sulawesi barat juga memiliki kandungan emas,batu bara dan minyak bumi yang belum tereskplorasi.hm.....mungkin karena provinsi baru dan sumber daya alam nya belum di eksplorasi inilah alasan sulbar masih masuk dalam daftar provinsi miskin di indonesia.


5.Provinsi Nusa Tenggara Timur

Di urutan terakhir ada Provinsi Nusa Tenggara Timur.provinsi yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo ini berbatasan langsung dengan negara tetangga,Timor Leste.provinsi yang memiliki penduduk total sekitar 4,6 juta ini punya persentase kemiskinan yang beda tipis sama provinsi sulbar,yaitu 23%.provinsi ini mengandalkan sektor pertanian dan pariwisata sebagai sumber pemasukan daerahnya.maka tak heran rempah-rempah dari NTT juga merupakan kualitas terbaik di dunia.
 
sumber : http://uniknyaindonesiaku.blogspot.com/2011/03/inilah-5-provinsi-termiskin-di.html

sertifikat seminar entrepreneurship

Senin, 28 Maret 2011

Aku Bangga Ekonomi Indonesia

                1.   Keadaan Geografis Indonesia
a.     Letak Astronomis
Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT
b.    Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
    
Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan lebih kurang 195.000.000 sampai dengan 200.000.000 juta Ha. keadaan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau di Indonesia akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dangan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata.
Namun kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang ada di setiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Demikian pula juga jika masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.
Kenyataan kedua adalah, bahwa Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil  bumi dan indusri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Kenyataan ketiga adalah, negara Indonesia kaya akan bahan tambang, dan seperti setelah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita 'berani' ditetapkan sebesar 7,5% (masa Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara.
Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisis yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan benua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum kemerdekaan -pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya, sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi, akan singgah dan membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia. Yang perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara serta infrastruktur lainnya.

aku bangga ekonomi indonesia

2. Mata Pencaharian
    Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantaranya bahwa:

a. Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian ( agraris ), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sejenisnya.
b. Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam presentase.
Hal yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan-dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain ( industri misalnya ), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri ( kota ). Jika ini tidak segera ditindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect ( kekuatan menyebar ) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect ( mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya ).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :
a. memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian
b. meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
c. mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
d. menunjang kegiatan transmigrasi    

aku bangga ekonomi indonesia



1.    3. Sumber Daya Manusia
Jika tengok sejarah mengenai pertumbuhan penduduk di Indonesia sebelum Orde Baru, pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi lebih kurang 2,8%. Dan setelah pemerintahan Orde baru menyadaribahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan 2,3% dan 1,9% diperkirakan untuk Repelita selanjutnya.
Sebagai salah satu Negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia diantaranya:


  • Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
  • Penyebaran yang kurang merata. 
  • Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditanmdai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu penduduk yang masih relatif rendah.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara, jika tidak diikuti dengan peningkatan produksi, dan efisiensi di bidang lainnya. Banyak penduduk akan menambah sumber daya produktif terhadap sumber daya manusia yang belum produktif(anak-anak, manula, pengganguran), yang akibat lanjutnya akan menciptakan masalah-masalah sosial yang cukup rumit. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah:
  • Melaksanakan program keluarga berencana. Dengan program ini diharapkan laju pertumbuhan akan lebih dapat dikendalikan. Dengan program ini pula pemerintah ingin menjelaskan dan membuka kesadaran bahwa 'banyak anak'akan memberi konsekuensi ekonomis yang lebih berat. Secara tidak langsung program keluarga berencana ini ingin memprioritaskan segi kualitas anak, dibanding segi kuantitas.
  • Meningkatkan mutu sumber daya manusia (dengan pendididikan formal maupun informal) yang telah ada, sehingga dapat menunjang peningkatan produktifitas guna mengimbangi laju pertumbuhan penduduknya.
Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimabngnya kekuatan ekonomi secara umum. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (khusus Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainnya. Akibatnya daerah di luar pulau jawa yang memang telah ketinggalan dari segiekonomi, menjadi semakin tertinggal.  
Tidak seimbangnya beban penduduk antar daerah itu akan berdampak terpusatnya modal di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawa sehingga persaingan tenaga kerja(penawaran) sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut bisa dilihatbahwa upah tenaga kerja akan menjadi rendah (sesuai dengan hukum penawaran). Rendahnya tingkat upah akan berakibat timbulnya kesengsaraan dan pengganguran, dan tentu saja masalah kriminalitas akan semakin menggejala. Sebaliknya di luar Pulau Jawa akan terjadi kekurangan tenaga kerja sehingga upah akan tinggi. Hal inilah yang menyebabkan biaya produksi di luar Pulau Jawa sangat tinggi, begiti pula dengan biaya transportasi. Maka secara tidak langsung kondisi ini akan menyebabkan tururnya pertumbuhan Industri dan secara otomatis akan menghambat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah:


  • Penyelenggaraan program transmigrasi, sehingga akan jadi pemerataan sumber daya kedaerah-daerah yang masih membeutuhkan. Dengan program ini diharapkan para peserta transmigran dapat meninggalkan ketidakproduktifan mereka, justru mereka mempunyai kesempatan memperbaiki ekonomi mereka dengan mengembangkan daerah baru yang mereka tempati. Suatu pekerjaan yang tidak mudah, namun juga suatu hal yang tidak mustahil untuk berhasil.
  • Memperbaiki dan menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru di daerah-daerah tertinggal. Sehingga penduduk sekitar tidak perlu ke kota atau Pulau jawa untuk bisa bekerja. Dengan demikian arus urbanisasi dari desa ke kota, dari luar pulau Jawa dapat dikurangi. Di dalam GBHN sendiri perluasan dan pemerataan lapangan pekerjaan serta mutu dan perlindungan tenaga kerja merupakan kebijaksanaan pokok yang sifatnya  menyeluruh di semua sektor. Perogram-program pembangunan sektoral atau regional perlu selalu mengusahakan terciptanya perluasan kesempatan kerja sebanyak mungkin, sehingga dapat meningkatkan produksi.
Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar. Akibantnya ada masa tunggu yang semestinya tidak perlu terjadi, karena kebutuhan hidup 'tidak bisa' menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pendidikan formal maupun informal, dengan ketrampilan dan pengetahuan yang tidak mendesak. Langkah-langkah yang akan dan telah ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah;


  • Meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum, untuk dapat lebihdisesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebihnsesuai dengan tuntutan pembangunan. Sehingga lulusan yang dihasilkan yang siap kerja dan bukannya'siap latih kembali'
  • Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.
 Adapun sasaran kebijaksanaan tenaga kerja di Indonesia meliputi hal-hal;


  • Memperluas lapangan pekerjaan untuk dapat menyerap pertambahan angkatan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran.
  • Membina angkatan kerja baru yang memasuki pasar melalui latihan ketrampilan untuk berusaha sendiri maupun mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia.
  • Membina dan melindungi para pekerja melalui mekanisme hubungan kerja yang di jiwai oleh Pancasila dan UUD 1945 (Hubungan Industrial Pancasila), memperbaiki kondisi-kondisi dan lingkungan kerja agar sehat dan aman serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.
  • Meningkatkan peran pasar kerja, agar penyaluran, penyebaran dan pemanfaatan tenaga kerja dapat menunjang kegiatan pembangunan.
  • Memperlambat laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan mutu tenaga kerja melalui usaha pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari perencanaan tenaga kerja terpadu.
  

aku bangga ekonomi indonesia

4. Investasi
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik, pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas. Untuk lebih jelasnya, investasi juga adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik, mesin, dll) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi
Sebagai sebuah keputusan yng rasional, investasi sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu tingkat pengembalian yang diharapkan dan biaya investasi.

1. Tingkat Pengembalian yang diharapkan (Expected Rate of Return)
Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan, sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan.

Kondisi internal perusahaan
a. Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah control perusahaan, misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Ketiga aspek tersebut berhubungan positif dengan tingkat pengembalian yang diharapkan. Artinya, makin tinggi tinggi tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi, maka tingkat pengembalian yang diharapkan makin tinggi.
Selain ketiga aspek teknis tersebut di atas, tingkat pengembalian yang diharapkan juga dipengaruhi oleh factor-faktor nonteknis, terutama di Negara sedang berkembang. Misalnya, apakah perusahaan memiliki hak dan atau kekuatan monopoli, kedekatan dengan pusat perusahaan, dan penguasaan jalur informasi.

b. Kondisi Eksternal Perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional. Jikan perkiraan tentang masa depan ekonomi nasional maupun dunia bernada optimis, biasanya tingkat investasi meningkat, karena tingkat pengembalian investasi dapat dinaikkan.
Selain perkiraan kondisi ekonomi, kebijakan yang ditempuh pemerintah juga dapat menentukan tingkat investasi. Kebijakan menaikkan pajak misalnya, diperkirakan akan menurunkan tingkat permintaan akan agregat. Akibatnya, tingkat investasi akan menurun. Faktor social politik juga menentikan gairah investasi. Jika social polotik makin stabil, investasi umumnya juga meningkat. Demikian pula faktor keamanan (kondisi keamanan Negara)
.
2. Biaya investasi
Yang paling menentukan tingkat biaya investasi adalah tingkat bunga pinjaman; Makin tinggi tingkat bunganya, maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat berinvestasi makin menurun.
Namun, tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi. Factor yang memengaruhi terutama adalah masalah kelembagaan. Misalnya, prosedur izin investasi yang berbelit-belit dan lama (> 3 tahun), menyebabkan biaya ekonomi dengan memperhitungkaan nilai waktu uang dari investasi makin mahal. Demikian halnya dengan keberadaan dan efisiensi lembaga keuangan, tingkat kepastian hokum, stabilitas politik, dan keadaan keamanan.

3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
a. Kemajuan teknologi
b. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya.
c. Keuntungan yang diperoleh perusahaa-perusahaan.
Upaya-upaya yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan adalah:
a. Lebih mengembangan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahaan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
b. Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
c. Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanaman modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
d. Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.